perkembangan peserta didik
Rabu, 31 Januari 2018
ARTIKEL
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Oleh : IREN
FANNYSAH NAIBAHO
Abstrak
: Peserta didik
merupakan bagian terpenting didalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik
yang umumnya berkisar dari usia 4 – 18 Tahun dengan golongan PAUD/TK, SD, SMP
dan SMA/SMK akan mengalami perubahan dalam pribadinya. Baik perubhan pola
berpikir, berperilaku, berinteraksi dan berkreasi. Hal ini yang biasa dikenal
dengan Perkembangan Peserta Didik dimana mereka mengalami perubahan grafik yang
semakin meningkat. Perkembangan peserta didik dapat terjadi dengan sempurna
melalui didikan dari seorang pendidik yang biasa dikenal sebagai Guru. Mereka
adalah tokoh yang berperan dalam mendidik para siswa baik dalam hal akademik
maupun nonakademik. Didikan yang diberikan oleh seorang pendidik akan
mempengaruhi perkembangan siswa terlebih diusia pertumbuhan, perkembangan dan
peralihan yang sedang mereka alami. Pendidik akan menjadi sara pembangunan
karakter bagi para peserta didiknya. Pendidik wajib memperkenalkan kepada
peserta didiknya tentang beberapa hal yang akan mereka temui atau yang akan
mereka capai. Bahkan pendidik juga dapat mengajak peserta didik untuk belaajr
mengenali karakternya sendiri dan mengajari peserta didik berinteraksi dengan
sesama mereka karena dalam setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Sebelum
pendidik bekerja membangun karakter para peserta didik, mereka juga harus lebih
dulu mengenal karakter semua peserta didik. Dengan demikian mereka mampu secara
maksimal mendidik para peserta didik dan berhasil secara maksimal dalam
menciptakan perkembangan dari peserta didiknya.
Pendahuluan
: Seorang anak yang dapat dianggap
sebagai peserta didik adalah mereka yang sudah mulai memasuki dunia pendidikan.
Yaitu anak usia 3 – 4 tahun sudah mulai duduk di bangku PAUD (Pendidikan Anak
Usia Dini), usia 4 – 5 Tahun sudah duduk dibangku TK (Taman Kanak – Kanak),
usia 6 – 12 tahun mereka duduk di bangku SD (Sekolah Dasar), usia 12 – 15 tahun
mereka memasuki bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan di usia 15 – 18 tahun
mereka melanjutkan ke bangku SMA/SMK (Sekolah Menengah Atas / Sekolah Menengah
Kejuruan) dalam setiap jenjang pendidikan setiap peserta didik akan mengalami
perubahan dalam dirinya. Anak yang duduk di bangku PAUD / TK akan belajar mengenal
dirinya dan orang – orang disekitar mereka, pendidik akan mengajari mereka
untuk mengenal karakter, hobi maupun minat dan bakat mereka. Maka pada umumnya
dalam pendidikan PAUD / TK pendidik lebih sering mengajak para peserta didik
untuk bernaynyi, menari, menggambar dan bermain. Anak yang duduk di bangku SD
mereka mulai di ajari akan dasar dari setiap pelajaran dan mereka pun akan asah
untuk mulai berpikir dan bekerja secara mandiri maupun kelompok dalam kegiatan
belajar mengajar, pendidik umumnya mengajari mereka untuk menulis, mengenal
angka dan huruf, membaca dan berhitung akan tetapi dalam jenjang pendidikan SD
pendidik juga masih memiliki tanggung jawab dalam memperhatikan kepribadian
setiap peserta didik karena di usia tersebut mereka masih tergolong kanak –
kanak yang baru meninggalkan usia balita maupun batita maka sering anak yang
duduk di bangku SD cenderung manja dan tidak berani untuk berkreasi sendiri dan
berinteraksi dengan temannya tanpa didampingi orangtua, dalam hal ini pendidik
harus mampu berperan sebagai orang tua bagi peserat didiknya. Anak yang duduk
di bangku SMP mereka telah menerima dasar – dasar dalam pendidikan mereka sudah
mengetahui berbagai hal penting dalam bidang akademik maka secara kognitif di
usia SMP mereka mulai menerima pelajaran – pelajaran yang tidak mereka temui di
bangku SD di jenjang pendidikan SMP guru memperkenalkan berbagai macam
pelajaran baru kepada para peserta didik. Dalam jenjang pendidikan SMP pendidik
memiliki beban berat terhadap peserta didiknya dimana mereka harus secara
maksimal memperhatikan karakter dan sifat setiap peserta didik, karena di usia
ini mereka memasuki usia remaja dan mengalami peralihan / pubertas dalam
dirinya. Dalam perubahan ini pendidik dan orangtua harus bekerja sama dengan
baik dalam memperhatikan dan memantau gerak – gerik peserta didik agar dapat
terkontrol dengan baik. Karena anak yang baru memasuki usia remaja cenderung
mudah terpengaruh akan setiap tawaran abru dalam pergaulan. Selanjutnya adalah
anak yang duduk dibangku SMA / SMK disini mereka akan memasuki usia dewasa dan
dalam pendidikan ini mereka akan di ajar untuk bersikap mandiri, kreatif dan
mengenal kepribadiannya secara penuh. Anak yang duduk di bangku SMA / SMK akan
di ajar secara maksimal untuk menerima setiap pelajaran dalam kurikulum
pendidikan dan setiap pendidik juga akan mengajak peserta didik ini untuk
mengenal minat dan bakat mereka bahkan peserta didik sering diajak untuk
memikirkan langkah selanjutnya yang mereka akan jalani setelah tamat dari
bangku SMA / SMK disini pendidik akan mendampingi peserta didik utnuk
memperkanalkan dunia perkuliahan maupun dunia pekerjaan terhadap peserta didik
tersebut.
A.
Pengertian Perkembangan Peserta Didik
Perkembangan
peserta didik adalah perubahan kepribadian peserta didik dimana mereka
akan mengalami perubahan grafik yang
meningkat dan semakin tinggi akibat jenjang pendidikan yang dialami. Hal ini
terjadi karena peserta didik dikenal sebagai suatu individu yang sedang
menjalani proses pendidikan yang diterima dari pendidik. Perkembangan peserta didik akan meningkat
berdasarkan perubahan usia yang mereka alami, karena setiap usia memiliki
takaran pendidikan yang berbeda. Perkembangan peserta didik akan telihat jelas
melalui cara bicara, cara berpikir dan cara berperilaku para peserta didik. Hal
ini sangat mempengaruhi kepribadian setiap peserta didik. Karena hal ini akan
melekat dalam jati diri peserta didik.
B.
Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik
1.
Keluarga
Keluarga menjadi faktor utama dalam perkembangan
seseorang, karena keluarga
menjadi tempat pertama yang mereka kenal dan ikatan
batin daris etiap anggota keluarga akan mempengaruhi kepribadian seseorang yang
akan mempengaruhi juga pada perkembangannya. Dalam hal ini orang tua menjadi
sarana terpenting.
2.
Pendidikan
Pendidikan dalam segala
aspek akan mempengaruhi konsep perkembangan peserta
didik. Dalam pendidikan peserta didik akan menjalani
penyesuaian terhadap kehidupan sehari – harinya yang sedang mengalami
perkembangan.
3.
Lingkungan
Lingkungan juga
berpengaruh terhadap Perkembangan peserta didik, karena didalam
lingkungan peseta didik akan belajar bersosialisasi
dengan banyak roang dan mereka akan muali mengenal yang namanya pergaulan.
Lingkungan pergaulan yang baik akna menciptakan kepribadian yang baik bagi
peserta didik.
C.
Tipe Kepribadian Peserta Didik
Tipe
kepribadian Peserta didik menurut teori Hipocrates Galenus yaitu
a.
Sanguinis
Anak ini memiliki
kepribadian yang popular dan disenangi banyak orang. Perubahan emosinya terbuka
dan transparan mudah berubah seketika. Karena sifatnya yang energik anak dengan
kepribadian sanguinis memiliki konsentrasi rendah. Punya rasa ingin tau besar
tapi sulit menetapkan prioritas.
b.
Melankolis
Anak dengan kepribadian
ini memiliki karakter yang rapid an disiplin. Mereka membuat jadwal dan konsep yang
mereka ciptakan sendiri. Anak dengan karakter ini cenderung memikirkan sesuatu
sampai dalam dan tuntas. Anak ini memiliki analisa dan pengamatan yang baik.
c.
Koleris
Anak dengan kepribadian
ini cenderung memiliki jati diri yang disiplin dan bertekad kuat untuk maju.
Anak ini akan menerima setiap tantangan dan tugas yang di mereka hadapi
meskipun itu sulit. Anak ini cenderung bersifat tegas dan bijak.
d.
Phlegmatis
Anak dengan karakter
ini cenderung terlihat pendiam. Akan tetapi sifat pendiam mereka memiliki
alasan tersendiri, dimana mereka cenderugn tidak suka dengan hal yang spele dan
masalah kecil yang menimbulkan suatu masalah. Amak sering ketika suasana sedang
kacau atau rebut anak ini cenderung diam dan mengamati.
D.
Manfaat Dari Perkembangan Peserta Didik
Peserta
didik yang telah mengalami perkembangan sempurna dalam kehidupannya akan
memiliki kepribadian yang unggul dan baik. Mereka mempunya cara berpikir yang
sempurna dan tindakan yang mereka lakukan juga akan sesuai dengan semestinya.
Melalui perkembangan yang di alami, karakter dan kepribadian peserta didik akan
sesuai dengan usia yang mereka alami. Sehingga peserta didik dapat menjadi
pribadi yang berhasil dan memiliki komitmen yang tepat untuk masa depannya.
Selama proses perkembangan yang mereka alami mereka akan melihat berbagai macam
karakter melalui pergaulan yang mereka temukan sehingga diusia remaja dan
dewasa mereka mampu membuat suatu perbandingan. Maka bila hal itu terjadi pada
peserta didik mereka akan menjadi seorang pribadi yang bijaksana dan memiliki
jiwa social yang tinggi. Melalui Keberhasilan dari Proses Perkembangan Peserta
Didik mereka akan memiliki komitmen yang kuat dalam pendidikannya, yaitu
komitmen ingin lebih maju dan komitmen untuk meraih kesuksesan. Hal ini akan
mendi kebanggaan tersendiri bagi peserta didik, orangtua dan pendidik.
Sumber Referensi
Sunarto,
Hartono. 1995. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Depatermen
Pendidikan dan Kebudayaan
(http://mbahparmi.blogspot.com/2012.Perkembanganpesertadidik.html) diakses tanggal 31 Janauri 2018 Pukul 02.12
Komentar
Posting Komentar